Sholawat Tibbil Qullub, Penyembuh, Penenang Hati, dan Benteng Penyakit
Sholawat Tibbil Qulub memiliki makna sholawat penyembuh hati. Sholawat ini adalah gubahan dari Syaikh Ahmad ibn Ahmad Ibn Ahmad Al-Adawi Al-Maliki Al-Khalawati Al-Dardir, seorang ulama Mesir dari mazhab Maliki. Karena dibuat oleh ulama maka termasuk dalam golongan sholawat ghoiru ma'tsur. Berikut adalah bait dari Sholawat Tibbil Qullub,
Allahumma sholli `ala Sayyidina Muhammadin thibbil qulubi wa dawa-iha wa `afiyatil abdani wa syifa-iha wa nuril abshori wa dhiya-iha wa `ala alihi wa shohbihi wa sallim
Artinya: “Ya Allah curahkanlah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, sebagai obat hati dan penyembuhnya, penyehat badan dan kesembuhannya dan sebagai penyinar penglihatan mata beserta cahayanya. Semoga sholawat dan salam tercurahkan pula kepada keluarga serta para sahabat-sahabatnya.”
Itulah sebabnya Sholawat Tibbil Qullub ini dianggap sebagai doa, karena memang dalam kandungan artinya berisi doa-doa permohonan kesehatan dan kesembuhan, adapun jika dianggap Nabi Muhammad SAW. sebagai penyembuh oleh sebagian golongan, ini sebenarnya salah dalam memahami dan mendalami makna dalam sholawat ini.
Pembacaan sholawat adalah wujud kecintaan kita kepada Baginda Rasulullah, begitu pula syair-syair dan gaya bahasa yang dipakai dalam dalam sholawat, majas yang dipakai biasanya penuh dengan hiperbola dan litotes karena memang jika berbicara tentang cinta, ungkapan kecintaan biasanya akan dipenuhi dengan gaya bahasa atau majas seperti itu.
Disampaikan oleh Ibnu Taimiyah,
وَالدُّعَاءُ يَجُوزُ بِالْعَرَبِيَّةِ وَبِغَيْرِ الْعَرَبِيَّةِ وَاَللَّهُ سُبْحَانَهُ يَعْلَمُ قَصْدَ الدَّاعِي وَمُرَادَهُ وَإِنْ لَمْ يُقَوِّمْ لِسَانَهُ فَإِنَّهُ يَعْلَمُ ضَجِيجَ الْأَصْوَاتِ بِاخْتِلَافِ اللُّغَاتِ عَلَى تَنَوُّعِ الْحَاجَاتِ .
“Berdo’a boleh dengan bahasa Arab dan bahasa non Arab. Allah subhanahu wa ta’ala tentu saja mengetahui setiap maksud hamba walaupun lisannya pun tidak bisa menyuarakan. Allah Maha Mengetahui setiap do’a dalam berbagai bahasa pun itu dan Dia pun Maha Mengetahui setiap kebutuhan yang dipanjatkan”.
Jadi apa salahnya pembacaan Sholawat Tibbil Qullub jika isinya adalah doa dan permohonan kepada Allah SWT, dan Allah pasti mengetahui setiap maksud hambanya walaupun lisannya tidak menyarakan sekalipun. Oleh sebab itu wajar apabila PBNU menganjurkan pembacaan sholawat ini untuk membentengi diri dari segala macam penyakit dhohir maupun batin, terutama dalam masa pandemi Covid-19. Memperbanyak bacaan sholawat apapun itu, sangat baik dan dianjurkan, dari kebiasaan sekedar membaca sholawat seseorang akan terdorong untuk lebih mengenal Rasulullah SAW. Jika sudah mengenal sejarahnya, silsilahnya, dan akhlaknya maka akan makin menumbuhkan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW. Bagaimana jika seseorang sudah tumbuh rasa cinta? tentunya dia akan mengikuti apa saja yang dianjurkan oleh cintanya (Rasulullah), pelaksanaan kesunnahan seseorang pada tingkat ini tentunya akan beda dengan tingkat pelaksanaan kesunnahan pada orang yang tidak terdapat "Nur Muhammad" di dalam hatinya.
Dalam Al-Qur'an surat Al-Ahzab ayat 56, Allah SWT berfirman sebagai berikut:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."
Sholawat Sebagai Penyembuh
Jika kita meresapi kandungan arti dalam setiap bacaan sholawat yang kita lantunkan, apalagi jika kita sudah pada tingkat kecintaan pada Rasulullah SAW. kita akan menemukan ketenangan di dalam hati. Dalam jiwa yang tenang akan terdapat tubuh yang sehat karena jiwa yang tenang membuat daya tahan tubuh semakin kuat terhadap serangan berbagai penyakit. Daya tahan tubuh yang lemah membuat berbagai penyakit gampang menyerang dan tubuh menjadi sakit. Begitupula dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, kekuatan imun tubuh sangat dibutuhkan untuk membentengi dari serangan Virus Corona, sehingga tidak ada salahnya kita mengamalkan bacaan Sholawat ini untuk mendapatkan ketenangan hati. Berbicaralah dengan hati yang tulus, berpikirlah positif maka berbagai masalah yang ada akan menjadi ringan, inshaa Allah kita semua diberi kesehatan oleh Allah SWT.
#sholawat #tibbilqullub #maulid #bid'ah #sunnah #islamaswaja #islamnusantara #wahabi #nahdlatululama #muhammadiyah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar